Mengenal Sosok Arifin Purwakananta Si Pecinta Gerakan Kebajikan
Moh. Arifin Purwakananta, pria yang lahir di Jakarta 20 Oktober ini sudah mengenal dunia fundraising sejak muda. Masa kecilnya diisi aktivitas kemanusiaan mulai dari Pramuka, Palang Merah, pecinta alam, hingga sempat menjadi Senat Mahasiswa UI.
Setelah mengeyam pendidikan Teknik Mesin di FT UI dan menyelesaikan studi sarjana komunikasi di Universitas Terbuka, ia juga sempat menjadi asisten dosen di FT UI. Selain itu, Arifin secara aktif mendirikan lembaga pemberi beasiswa dan turut membangun sebuah sekolah SLTP Islam.
Kecintaannya pada dunia sosial membentuknya menjadi filantropi yang akhirnya menjadi salah satu pimpinan Dompet Dhuafa di tahun 2007 sebagai Vice President for Strategic Alliances. Arifin juga dipercaya menjadi Direktur Institut Manajemen Zakat pada Tahun 2006.
Sejumlah pengalaman lapangan seperti menjadi Kepala Program rehabilitasi pasca gempa Sukabumi, Gempa dan Longsor di Brebes, Gempa dan tsunami Banggai, Sulteng 2002, Tim Penanganan bencana gempa Bengkulu, Tim Penanganan bencana Tsunami Aceh. Tim penangana banir Jakarta 2002 dan sederet aktifitas lapangan lainnya.
Arifin Purwakananta sering mendorong dan menggulirkan ide-ide kreatif dan perubahan dalam mengembangkan manajemen Dompet Dhuafa. Beberapa yang monumental seperti ide merger lembaga zakat, Dewan Zakat, program Peduli Sosial Remaja, Disaster Management Unit dll dimulai dari lontaran konsep Arifin Purwakananta dalam diskusi dan perencanaan program yang diputuskan manajemen Dompet Dhuafa Republika.
Arifin Purwakananata juga sering diundang memberikan ceramah, training, seminar dan menjadi narasumber dialog dan workshop seputar Manajemen Funraising, berupa Strategi Fundraising dan Teknik Fundraising. Arifin Purwakananta yang aktif dalam Association of Fundraising Profesionals chapter Jakarta juga menggagas Forum Fundraising Indonesia, berupa wadah pegiat fundraising dan wahana pembelajaran serta inisiatif sinergi fundraising dari lembaga-lembaga LAZ dan NGO di Indonesia yang dikelola bersama Perhimpunan Filantropi Indonesia.
Bersama Arlina F. Saliman, Arifin mendirikan Institut Fundraising Indonesia (IFI) pada tahun 2013. Sementara di tahun 2016, Arifin diangkat menjadi Direktur Amil Zakat Nasional Baznas.
Sri Sugiyanti (Direktur IFI)
Sri Sugiyanti adalah sosok perempuan visioner dengan rekam jejak panjang dalam dunia fundraising dan pemberdayaan lembaga sosial. Kini menjabat sebagai Direktur Institut Fundraising Indonesia (IFI), ia melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari Arlina F. Saliman, direktur terdahulu IFI yang juga merupakan sahabat dan mentornya. Sebagai tangan kanan Arlina selama bertahun-tahun, Sri Sugiyanti memainkan peran kunci dalam pengembangan program, strategi, dan kemitraan IFI sejak awal.
Perjalanan kariernya dimulai di lembaga filantropi nasional Dompet Dhuafa, tempat ia menjabat sebagai Senior Fundraising. Di sana ia mendalami strategi penggalangan dana, membangun jejaring dengan mitra strategis, serta terlibat dalam inovasi program berbasis dampak sosial.
Sebagai konsultan dan mentor, Sri Sugiyanti telah dipercaya oleh berbagai lembaga nasional dan internasional, seperti BAZNAS Bazis DKI Jakarta, Laz Harapan Dhuafa, Badan Wakaf Indonesia, dan World Zakat Forum di Malaysia dan Indonesia. Pendekatannya yang kolaboratif dan berbasis nilai menjadikannya mitra strategis yang dihormati di dunia filantropi.
Kepeduliannya terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia terlihat dalam perannya sebagai trainer, fasilitator, dan pendamping UMKM. Ia juga aktif dalam asosiasi trainer serta menjadi bagian dari tim trainer dan mentor internal IFI.
Sri Sugiyanti menyelesaikan pendidikan sarjananya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan keahlian di bidang fundraising, consulting, event management, dan pelatihan. Di bawah kepemimpinannya, IFI berkomitmen untuk terus menjadi lembaga yang unggul, kolaboratif, dan relevan dalam menjawab tantangan dunia fundraising di Indonesia.
Abdul Ghofur (Direktur Laznas PPPA Daarul Qur’an)
Karir profesional Abdul Ghofur sebagai pengelola lembaga sosial dimulai dari Program MT Dompet Dhuafa Republika tahun 2005. Ghofur menjadi peserta MT yang dinamai Zakat Eksekutif Development Program.
Kemudian, Ghofur ditunjuk sebagai Kepala Fundraising Komunitas, Kepala Fundraising Corporate, Kepala Fundraising Retail dan Banking Channel, Pimpinan Cabang Hong Kong yang bertugas membentuk aliasi strategis, kelembagaan, fundraising serta program baik ekonomi, sosial pemberdayaan dan kesehatan.
Ghofur kemudian ditunjuk untuk menjadi nahkota Mandiri Amal Insani Foundation (MAI) Foundation sebagai direktur. Kiprah Ghofur di MAI Foundation berhasil membawa lembaga yang terafiliasi dengan Bank Mandiri ini menjadi lembaga sosial yang progresif.
Berhasil mengembangankan MAI Foundation, Ghofur kemudian mendapatkan amanah sebagai Direktur Laznas PPPA Daarul Qur’an hingga kini.
Herdiansah (Direktur Dompet Dhuafa Social Enterprise)
Herdiansah, adalah seorang entrepreneur dan fundraiser andal yang sudah malang melintang di dunia fundraising.
Lulusan Institut Pertanian Bogor tahun 2001 dan berhasil lulus Cumlaud di Magister Management CSR Trisakti Internasional Business School tahun 2015 ini, memiliki karier cemerlang di dunia fundraising.
Beragam program berbasis korporasi yang digagas bersama perusahaan nasional dan internasional berhasil menyabet penghargaan bergengsi di berbagai event global ternama.
Ia pernah bertugas sebagai pimpinan fundraising dan sinergi program perusahaan lintas negara, menjabat sebagai General Manager Kemitraan & Fundraising Dompet Dhuafa Jakarta, Kepala Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Kepala Cabang Dompet Dhuafa Hongkong.
Ayah tiga orang anak ini kini menjabat sebagai Direktur CSR Dompet Dhuafa Social Enterprise, Direktur Asset Trust Management, Direktur Utama DD Construction.asia
Muhammad Solahudin
Mohammad Solahudin adalah seorang spesialis dampak sosial dan fundraising dengan pengalaman lebih dari 9 tahun di sektor filantropi, community development, dan kemitraan strategis. Latar belakang pendidikannya di bidang Sosial Ekonomi Pertanian dari Universitas Jenderal Soedirman memperkuat keahliannya dalam melakukan social mapping, mendesain program berbasis masyarakat, hingga mengukur dampak sosial dan ekonomi dari setiap inisiatif.
Ia pernah mengemban berbagai peran strategis di Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri, baik di tingkat program, cabang, hingga korporat. Selain itu, Solahudin juga aktif sebagai trainer, konsultan, dan mitra strategis di berbagai lembaga sosial dan perusahaan yang menjalankan program CSR dan wakaf produktif.
Beberapa kontribusi nyata yang pernah ia lakukan antara lain pengembangan program air bersih di NTT bersama PT Pegadaian, pembangunan hunian sementara bersama Bakrie Amanah, penyaluran beasiswa bersama Askrindo Syariah, serta kolaborasi literasi wakaf bersama CT ARSA Foundation. Ia juga terlibat dalam program kemanusiaan COVID-19 bersama Pemprov Jawa Barat.
Solahudin dikenal memiliki kemampuan kuat dalam public speaking, negosiasi, serta perancangan strategi kampanye sosial yang berdampak dan berkelanjutan.
