Azyumardi Azra Dianugerasi Life Achievement Filantropi dalam Indonesia Fundraising Award 2022

1
Des 2022
Kategori : Artikel / Publikasi
Penulis : IFI
Dilihat : 16x

 

JAKARTA — Indonesia Fundraising Award (IFA) 2022 memberikan penghargaan Life Achievement Filantropi kepada almarhum Prof Azyumardi Azra dalam puncak acara IFA 2022 di Hotel Arosa, Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Ketua Dewan Juri IFA 2022 Ahmad Juwaini menyebut sosok Azyumardi adalah tokoh filantropi yang mendorong gerakan filantropi inklusif untuk menguatkan kohesi sosial di tanah air.

Juwaini menyebut, Azyumardi sangat layak mendapatkan penghargaan tertinggi di dunia filantropi Indonesia sebab jauh sebelum gerakan filantropi tumbuh subur di Indonesia, ia sudah melakukan banyak kajian filantropi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Sangat besar perhatiannya di dunia filantropi jauh sebelum ramainya kegiatan filantropi di Indonesia, awal tahun 90-an UIN dengan dimotori Prof Azyumardi sudah punya banyak kajian tentang kedermawanan. Saat itu beliau bersama Prof Amelia Fauziah banyak terlibat dalam kajian filantropi,” terang Juwaini.

Juwaini mengatakan, UIN saat itu lewat Pusat Kajian yang dipimpin Prof Azyumardi kerap mengadakan kajian dan pelatihan dan mengundang para aktivis untuk berbincang tentang gerakan kedermawanan dan filantropi.

“Selain itu kita bisa juga baca tulisan-tulisan beliau di berbagai media tentang kedermawanan dan filantropi serta perhatian terhadap kegiatan zakat infak dan sedekah di Indonesia,” tegas Juwaini.

Selain itu, Prof Azyumardi juga langsung terjun ke dunia filantropi dengan bergabung sebagai Dewan Pembina di Dompet Dhuafa. Juwaini menyebut, hadirnya Prof Azyumardi sebagai dewan pembina Dompet Dhuafa membuat interaksi dengan dunia filantropi semakin intens.

“Kami banyak diajak berdiskusi intens, beliau memberikan banyak masukan dan perbaikan bagi dunia filantropi dan upaya penggalangan dana masyarakat dan umat ini begitu menjadi concern beliau. Benar kata pepatah, hilangnya seorang alim juga hilangnya ilmu yang ada padanya. Dunia filantropi amat kehilangan dengan wafatnya beliau,” papar dia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar