Arifin Purwakananta: Ciri Fundraiser Sukses

Jakarta — Tokoh fundraising Indonesia, Arifin Purwakananta, menjadi salah satu pembicara dalam program Fundraising Leadership Program (FLP) yang digelar oleh Institut Fundraising Indonesia (IFI), Jumat, 23 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, sosok yang juga menjabat sebagai Deputi Pengumpulan BAZNAS RI itu memberikan sejumlah pencerahan mengenai dunia fundraising, termasuk karakter dan prinsip yang perlu dimiliki seorang fundraiser agar dapat meraih kesuksesan.

Arifin menegaskan bahwa salah satu ciri utama fundraiser sukses adalah memiliki jiwa dermawan dan kebiasaan memberi. Menurutnya, seorang fundraiser perlu menanamkan nilai kedermawanan dalam dirinya sebelum mengajak orang lain untuk berdonasi.

“Saya tegaskan dari awal, seorang fundraiser harusnya dia menjadi sosok yang suka memberi atau dermawan dari awal. Kalau seorang fundraiser tidak suka memberi, maka mustahil bakal jadi fundraiser sukses,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa tugas utama seorang fundraiser pada dasarnya hanya mencakup dua hal, yakni mendatangkan donatur baru dan merawat hubungan dengan donatur lama.

Meski terdengar sederhana, Arifin menilai bahwa menjalankan kedua tugas tersebut bukanlah perkara mudah. Ada berbagai aktivitas dan upaya yang harus dilakukan agar seorang fundraiser mampu menjangkau calon donatur baru sekaligus menjaga kepercayaan dan loyalitas donatur yang sudah ada.

Selain memiliki jiwa dermawan, Arifin menyebut seorang fundraiser juga harus mempunyai daya juang dan optimisme yang tinggi. Kedua karakter tersebut diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam proses penggalangan dana.

Ia mengibaratkan perjalanan seorang fundraiser seperti seseorang yang memasuki sebuah gua. Menurutnya, seorang fundraiser tidak boleh hanya terpaku pada sisi gelap atau kesulitan yang dihadapi, tetapi juga harus mampu menemukan celah dan peluang di tengah keterbatasan.

“Ibaratnya, kalau masuk goa, jangan hanya dilihat dari sisi gelapnya saja, tapi bagaimana bisa melihat sisi lain, celah yang sekiranya terang. Itulah fundraiser sejati,” ungkapnya.

Pesan Arifin tersebut menegaskan bahwa keberhasilan dalam fundraising tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menggalang dana, tetapi juga oleh karakter pribadi, kemauan untuk memberi, kemampuan membangun hubungan dengan donatur, serta optimisme dan daya juang dalam menghadapi tantangan.

Melalui program Fundraising Leadership Program yang diselenggarakan IFI, para peserta diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan dan mengembangkan perspektif yang lebih luas dalam menjalankan aktivitas fundraising secara profesional dan berkelanjutan.

(Yons Achmad/Fundraisingindonesia.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *