Jakarta – Rumah Yatim berkolaborasi dengan Institut Fundraising Indonesia (IFI) menggelar pelatihan bertajuk Fundraising Leadership Program. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta jiwa kepemimpinan para fundraiser agar mampu berkontribusi lebih optimal dalam pengembangan lembaga filantropi.
Menariknya, seluruh peserta dalam program pelatihan kali ini berasal dari Rumah Yatim, sebuah lembaga yang berfokus pada pengasuhan, pembinaan, dan pemberdayaan anak yatim.
Program Fundraising Leadership Program berlangsung selama empat bulan. Dua bulan pertama diisi dengan pembekalan materi pelatihan, sedangkan dua bulan berikutnya dilanjutkan dengan program magang di berbagai lembaga filantropi, seperti BAZNAS, Dompet Dhuafa, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), dan lembaga lainnya.
Selama dua bulan pertama, tim Rumah Yatim mendapatkan pembekalan intensif melalui beragam materi seputar kepemimpinan (leadership), komunikasi, dan penggalangan dana (fundraising). Setelah itu, para peserta akan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh melalui pengalaman magang secara langsung di sejumlah lembaga filantropi.
Direktur Institut Fundraising Indonesia (IFI), Sri Sugiyanti, mengatakan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis fundraising, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan kepemimpinan para peserta.
“Selama dua bulan ini, tim Rumah Yatim digembleng dengan beragam materi leadership, komunikasi, dan fundraising. Setelahnya, mereka langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat melalui program magang,” ujar Sri Sugiyanti.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peserta dipersiapkan untuk berkembang menjadi sosok yang tidak hanya terampil sebagai praktisi fundraising, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang mengarahkan tim, membangun komunikasi yang efektif, serta mendorong kemajuan lembaga.
“Harapannya, mereka nantinya tidak hanya menjadi praktisi, tetapi juga menjadi leader,” tambahnya.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Fundraiser
Antusiasme peserta turut mewarnai pelaksanaan program ini. Beragam tanggapan positif muncul, salah satunya disampaikan oleh Ajeng, peserta dari Rumah Yatim.
Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman yang berbeda karena tidak hanya membahas aspek teknis penggalangan dana, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi.
“Seru juga. Di sini kita tidak hanya diajari soal ilmu fundraising, tetapi juga soal leadership dan komunikasi. Jadi, kita menjadi lebih percaya diri pada profesi yang saat ini kami sandang, ya, seorang fundraiser,” ungkap Ajeng.
Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan kompetensi yang menyeluruh bagi seorang fundraiser. Selain menguasai strategi penggalangan dana, seorang fundraiser juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, serta memimpin dan bekerja sama dengan tim.
Komitmen IFI dalam Pengembangan SDM Filantropi
Kolaborasi antara IFI dan Rumah Yatim melalui Fundraising Leadership Program menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor filantropi. Program ini masih akan berlangsung hingga akhir tahun ini, dengan rangkaian kegiatan pembelajaran dan praktik lapangan yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan kompetensi peserta.
Sebagai lembaga edukasi fundraising, IFI terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pelatihan, training, dan pendampingan bagi lembaga-lembaga filantropi. Fokus utamanya adalah membantu meningkatkan performa fundraising lembaga sekaligus memperkuat kapasitas dan kompetensi para fundraiser.
Melalui program-program tersebut, IFI berharap semakin banyak fundraiser yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis dalam menghimpun dana, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang inovatif, komunikatif, dan berorientasi pada keberlanjutan lembaga.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan bahwa investasi pada pengembangan sumber daya manusia merupakan langkah penting bagi lembaga filantropi untuk meningkatkan efektivitas penghimpunan dana dan memperluas dampak sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
(Yons Achmad/Fundraisingindonesia.org)




