IFI Terima Kunjungan POROZ, Jajaki Kolaborasi Penguatan Amil dan Fundraising

JAKARTA — Institut Fundraising Indonesia (IFI) menerima kunjungan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), Senin (7/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penjajakan kolaborasi antara kedua lembaga, khususnya dalam upaya memperkuat kapasitas amil dan meningkatkan kualitas fundraising di lembaga-lembaga zakat dan filantropi di Indonesia.

POROZ merupakan asosiasi nirlaba dan independen yang menjadi wadah berhimpun bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang berbasis organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, POROZ membuka ruang kolaborasi dengan IFI untuk memperkuat kompetensi para amil, terutama dalam bidang fundraising.

Direktur Institut Fundraising Indonesia, Siri Sugiyanti, menyambut baik kunjungan tersebut. Perempuan yang akrab disapa Umi Yanti itu menilai, penguatan kapasitas amil merupakan kebutuhan penting bagi perkembangan pengelolaan zakat dan filantropi di Indonesia.

“IFI sangat membuka dan sangat tertarik dalam upaya standarisasi amil dengan sertifikasi,” ujar Yanti.

Menurutnya, peningkatan kapasitas amil tidak cukup hanya dilakukan melalui pelatihan, tetapi juga perlu diarahkan pada standarisasi kompetensi yang dapat memperkuat profesionalisme para amil. Karena itu, peluang kolaborasi dengan berbagai organisasi menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Yanti menegaskan, IFI selalu terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang memiliki dampak positif bagi kemanusiaan sekaligus mendorong kemajuan dunia fundraising di Indonesia.

“IFI selalu terbuka atas kolaborasi demi kemanusiaan dan tentu saja bagi kemajuan dunia fundraising di Indonesia,” tegasnya.

Institut Fundraising Indonesia sendiri merupakan lembaga edukasi dan training yang fokus pada pengembangan dunia fundraising. Selain memberikan edukasi dan pelatihan, IFI juga aktif melakukan pendampingan kepada organisasi atau lembaga zakat serta lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yanti juga menyampaikan kabar mengenai agenda Indonesia Fundraising Award 2026 yang dalam waktu dekat akan kembali digelar. Ajang tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi para fundraiser maupun lembaga yang aktif mengembangkan dan menjalankan aktivitas fundraising.

“Sebentar lagi akan dibuka Indonesia Fundraising Award 2026, sebuah penghargaan tertinggi bagi para fundraiser dan lembaga-lembaga yang aktif melakukan fundraising,” ujarnya.

Ia pun membuka kesempatan bagi berbagai lembaga untuk turut mengambil peran aktif dalam penyelenggaraan dan kemeriahan ajang tersebut. Menurutnya, penghargaan semacam ini penting untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong lahirnya praktik-praktik fundraising yang semakin profesional dan berdampak.

Di tengah kondisi ekonomi dan sosial yang dinilai belum sepenuhnya baik, Yanti melihat pentingnya membangun daya tahan organisasi. Salah satu caranya adalah dengan terus meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas ruang kolaborasi.

“Saya kira in this economy, kita memang perlu terus mengasah daya tahan dan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar tetap bisa terus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.

Menurut Yanti, semangat kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah penting yang perlu dilakukan ke depan. Lembaga zakat, organisasi kemanusiaan, fundraiser, dan berbagai pihak terkait perlu membangun sinergi agar mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

Kunjungan POROZ ke IFI diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya kerja sama yang lebih konkret. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada penguatan kompetensi amil, standarisasi dan sertifikasi, pengembangan kapasitas fundraising, hingga berbagai program bersama yang dapat memperkuat ekosistem filantropi dan pengelolaan zakat di Indonesia.

(Yons Achmad/fundraisingindonesia.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *