JAKARTA — Institut Fundraising Indonesia (IFI) menggelar program Roadshow IFI Goes to Campus sebagai upaya memperkenalkan dunia filantropi, khususnya fundraising, kepada kalangan mahasiswa.
Program ini sekaligus menjadi ruang bagi IFI untuk melihat dan menggali potensi generasi Z yang dinilai memiliki semangat besar untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Direktur Institut Fundraising Indonesia (IFI), Sri Sugiyanti, yang akrab disapa Umi Yanti, mengatakan, selama ini dirinya melihat banyak potensi Gen Z yang aktif di berbagai ruang kerelawanan, baik yang bergerak dalam isu sosial maupun kemanusiaan.
Menurutnya, potensi tersebut menjadi peluang besar untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kepedulian sekaligus kemampuan dalam mengelola gerakan kemanusiaan secara berkelanjutan.
“Saya melihat ini sebagai potensi merekrut SDM terbaik untuk bisa menggerakkan dakwah zakat, dakwah kemanusiaan hingga berkelanjutan,” ujar Yanti.
Ia menambahkan, dalam waktu terdekat Roadshow IFI Goes to Campus akan berlangsung di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Setelah itu, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke sejumlah kampus lainnya.
Dalam pelaksanaannya, IFI tidak berjalan sendiri. Program tersebut dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya BSI Maslahat, perguruan tinggi, himpunan mahasiswa, serta berbagai lembaga lainnya yang memiliki perhatian terhadap isu filantropi dan kemanusiaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang perjumpaan antara mahasiswa dengan dunia filantropi sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam kegiatan kerelawanan dan fundraising.
“Melalui ruang ini IFI juga menyiapkan SDM siap pakai yang dapat diakses lembaga untuk menjadi relawan serta tim organik,” pungkas Yanti.
Roadshow IFI Goes to Campus, lanjutnya, akan terus digelar sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi mengenai filantropi di kalangan generasi muda. IFI juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan program tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal filantropi secara teoritis, tetapi juga lebih cepat memahami praktik di lapangan, khususnya dunia fundraising. Dengan demikian, kampus dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam gerakan zakat dan kemanusiaan.
(Yons Achmad/fundraisingindonesia.org)




