IFI Dukung Konser Solidaritas “Voice for Palestine”

JAKARTA — Solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan dan kemerdekaan Palestina kembali bergema. Di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung, berbagai elemen masyarakat terus menunjukkan kepedulian melalui aksi-aksi kemanusiaan, penggalangan dana, edukasi publik, hingga kampanye solidaritas.

Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui konser kemanusiaan bertajuk “Voice for Palestine: One Hope, One Voice, One Future” yang digelar pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Usmar Ismail Hall, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesia for Palestine Movement bersama Laju Peduli, Global Humanity Network, ZIS Indosat, serta berbagai mitra komunitas. Konser tersebut bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina.

Jajaran pengurus Institut Fundraising Indonesia (IFI) turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran IFI sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai gerakan fundraising dan kegiatan kemanusiaan yang bertujuan membantu masyarakat Palestina.

Direktur IFI, Sri Sugiyanti, mengatakan bahwa solidaritas terhadap Palestina perlu terus dirawat. Menurutnya, dukungan terhadap Palestina bukan hanya diwujudkan melalui pernyataan, tetapi juga melalui kontribusi nyata sesuai dengan kapasitas masing-masing.

“Kami tentu sangat mendukung acara semacam ini sebagai bentuk solidaritas dan kontribusi nyata untuk perjuangan dan kemerdekaan Palestina,” ujar Sri Sugiyanti.

Menurut Sri, kegiatan kemanusiaan seperti konser solidaritas memiliki arti penting karena mampu mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam satu kepedulian. Musik, seni, dakwah, komunitas, dan fundraising dapat bertemu dalam satu panggung untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.

IFI, lanjutnya, selalu mengapresiasi kegiatan amal dan penggalangan dana yang dilakukan secara transparan dan bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan. Baginya, fundraising bukan semata-mata persoalan menghimpun dana, tetapi juga bagaimana menjaga kepedulian masyarakat agar terus hidup.

“Ruh perjuangan Palestina harus tetap dijaga. Jangan sampai perhatian terhadap penderitaan rakyat Palestina hanya muncul sesaat, kemudian hilang ketika isu tersebut tidak lagi menjadi pemberitaan,” katanya.

Mengubah Kepedulian Menjadi Aksi

Konser “Voice for Palestine” menghadirkan suasana yang berbeda dari konser musik pada umumnya. Panggung menjadi medium untuk menyampaikan pesan kemanusiaan sekaligus mengajak masyarakat mengambil bagian dalam aksi nyata.

Acara dipandu oleh Terry Putri dan Ricky Perdana sebagai pembawa acara. Sejumlah tokoh publik dan figur yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan turut hadir dan memberikan dukungan.

Di antaranya Arie Untung, Risty Tagor, Puput Melati, dan Kurnia Chaeranny. Acara juga diisi dengan ceramah dan tausiyah oleh Ustaz Abi Makki, yang memberikan penguatan pesan moral dan kemanusiaan kepada para peserta.

Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan bahwa isu Palestina tidak hanya menjadi perhatian kelompok tertentu. Kepedulian terhadap Palestina dapat hadir melalui berbagai ruang dan latar belakang, termasuk seni, hiburan, dakwah, komunitas, dan gerakan sosial.

Pesan yang dibangun pun sederhana tetapi kuat: satu harapan, satu suara, dan satu masa depan. Harapan agar penderitaan masyarakat Palestina segera berakhir, suara agar dunia tidak berhenti menyuarakan kemanusiaan, serta masa depan yang memungkinkan rakyat Palestina hidup merdeka dan bermartabat.

Fundraising untuk Kemanusiaan

Salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut adalah penggalangan dana. Seluruh hasil penjualan tiket dan lelang amal disalurkan untuk mendukung kebutuhan kemanusiaan di Gaza.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan, santunan, pendidikan, serta logistik musim dingin bagi masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan.

Bagi IFI, penggalangan dana dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari ekosistem fundraising. Masyarakat yang memiliki kepedulian diberikan ruang untuk mengubah rasa empati menjadi tindakan yang memberikan manfaat langsung.

Dalam konteks ini, konser tidak berhenti pada tepuk tangan dan hiburan. Ada kontribusi nyata yang diharapkan dapat diteruskan kepada mereka yang membutuhkan.

Fundraising pada akhirnya bukan hanya tentang angka yang terkumpul. Di balik setiap donasi terdapat kepedulian, kepercayaan, dan harapan dari seseorang kepada orang lain yang sedang menghadapi kesulitan.

Karena itu, kegiatan fundraising kemanusiaan perlu terus dibangun dengan prinsip amanah, transparan, profesional, dan berdampak. Kepercayaan publik merupakan modal penting agar gerakan kemanusiaan dapat terus bertumbuh dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Suara yang Tidak Boleh Berhenti

Konser kemudian ditutup dengan penampilan musik dari Vocafarabi, Risty Tagor, dan musisi lain. Suasana semakin meriah, tetapi pesan utama kegiatan tetap sama: solidaritas untuk Palestina harus terus dinyalakan.

Bagi IFI, kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa fundraising dapat hadir melalui banyak cara. Tidak selalu harus melalui kampanye digital atau penggalangan dana konvensional. Musik, seni, komunitas, media, dakwah, dan ruang-ruang publik juga dapat menjadi medium untuk menggerakkan kepedulian.

Palestina mungkin berjarak ribuan kilometer dari Indonesia. Namun, penderitaan manusia tidak mengenal batas geografis. Ketika kemanusiaan dipertaruhkan, jarak semestinya tidak menjadi alasan untuk berhenti peduli.

Voice for Palestine kali ini tepatnya bukan hanya tentang sebuah konser. Ia adalah tentang bagaimana suara kepedulian dikumpulkan, disatukan, lalu diubah menjadi aksi nyata.

Dan seperti pesan yang dibawa kegiatan tersebut, selama masih ada harapan, selama masih ada suara, maka solidaritas untuk Palestina tidak boleh berhenti.

(Yons Achmad/Fundraisingindonesia.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *